Memilih Heading dan Menyusun Hierarki Konten Artikel

Heading bukan sekadar tulisan yang dibuat lebih besar. Heading adalah kerangka dokumen — satu-satunya cara pembaca layar, mesin pencari, dan pembaca yang memindai cepat memahami bentuk sebuah artikel tanpa membacanya utuh.
Satu H1 per halaman
Setiap halaman punya tepat satu <h1>, dan isinya adalah judul artikel itu. Bukan nama blog, bukan logo.
Alasannya sederhana: <h1> menjawab pertanyaan “halaman ini tentang apa”. Kalau ada dua, pertanyaan itu punya dua jawaban.
Idealnya isi <h1> sama dengan judul yang dipakai di <title> dan di data terstruktur. Boleh berbeda sedikit — <title> sering ditambahi nama situs — tapi topiknya harus jelas sama.
Jangan melompati tingkat
Setelah <h1> datang <h2>, bukan <h3>. Setelah <h2> boleh datang <h3> atau <h2> lagi, tapi tidak <h4>.
Melompati tingkat tidak akan membuat halaman ditolak, tapi bagi pengguna pembaca layar yang menavigasi lewat daftar heading, lompatan itu terbaca seperti bab yang hilang.
Pilih tingkat heading berdasarkan posisinya dalam hierarki, bukan berdasarkan ukuran huruf yang diinginkan. Ukuran diatur lewat CSS.
Heading harus berdiri sendiri
Uji sederhana: baca seluruh heading di artikel Anda secara berurutan, abaikan paragrafnya. Kalau rangkaian itu sudah membentuk ringkasan yang masuk akal, strukturnya sehat.
Heading seperti “Lanjutan”, “Bagian 2”, atau “Dan lain-lain” gagal di ujian ini. Heading yang baik menyatakan isinya:
- Kurang baik:
Hal penting lainnya - Lebih baik:
Batas ukuran berkas dan cara memecahnya
Ini juga yang membuat sebuah heading berpeluang diambil Google sebagai tautan lompat langsung ke bagian tertentu di hasil pencarian.
Daftar isi otomatis
Kalau heading sudah tersusun rapi, daftar isi bisa dibangkitkan otomatis dari struktur itu — tidak perlu ditulis manual dan tidak akan pernah basi.
Batasi daftar isi sampai tingkat <h3>. Lebih dalam dari itu daftarnya jadi terlalu ramai dan justru tidak dipakai.
Kata kunci di dalam heading
Menempatkan kata kunci di heading masih berguna, tapi ambangnya rendah. Sekali di <h1> dan sesekali di <h2> yang memang relevan sudah cukup.
Mengulang kata kunci yang sama di setiap heading menghasilkan artikel yang terbaca janggal — dan keterbacaan itu sendiri memengaruhi berapa lama orang bertahan di halaman.
Pertanyaan Umum
Apakah <h1> harus muncul paling atas secara visual?
Tidak harus, tapi urutannya di dalam HTML sebaiknya mendahului isi utama. Yang dinilai adalah urutan dokumen, bukan posisi di layar.
Bolehkah memakai lebih dari satu <h1> di halaman dengan beberapa <section>?
Secara teknis HTML mengizinkannya, tapi dukungan pembaca layar terhadap aturan itu tidak seragam. Untuk artikel blog, satu <h1> tetap pilihan paling aman.
Bagaimana dengan judul di kartu daftar artikel?
Judul di kartu sebaiknya <h2> atau <h3>, menyesuaikan hierarki halaman listing — bukan <h1>, karena <h1> halaman itu sudah dipakai untuk nama listingnya.
Struktur heading adalah salah satu bagian dari on-page SEO, tetapi ukuran visualnya tetap sebaiknya diatur melalui CSS.